Monday, November 9, 2015

6 Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas yang Disepelekan

Setiap pengguna lalu lintas memiliki hak yang sama untuk mencapai tujuan dengan selamat. Sampai dengan tepat waktu hanyalah bonus (enemkabeh, 2015)

 

Enemers, kali ini enamkabeh akan membahas mengenai enam penyebab kecelakaan yang sering diabaikan oleh pengendara. Sudah terlalu banyak korban meninggal dan cacat akibat kecelakaan lalu lintas, bahkan jumlahnya semakin besar tiap tahunnya. Berikut ini adalah data dari Badan Pusat Statistik 1).

 

tabel-kecelakaan

NHTSA (National Highway Transportation Safety Board), yakni badan pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas keselamatan di jalan raya merilis enam penyebab utama kecelakaan yang berakibat fatal. Yang terbesar persentase fatalitasnya (55%) adalah gangguan (distraction) yang merupakan pembunuh nomer satu akibat konsentrasi pengemudi tidak 100% ke jalan raya namun terganggu oleh hal lainnya 2).

Pengendara yang kurang konsentrasi biasanya dikarenakan saat mengendarai kendaraan dilakukan sambil mengerjakan hal yang lain ataupun kondisi tubuh kurang baik. Hati-hati enemers, saat ini sudah ada aturan yang mengurusi hal ini. Menurut Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 283 yang menyebutkan, "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp. 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)"

Berikut adalah 6 hal yang bisa menyebabkan pengemudi tidak fokus di jalan:

 

1. Menggunakan telefon seluler,

20100923_023000_BikinkecelakaanIndra Hasil gambar untuk menggunakan telepon saat menyetir Hasil gambar untuk menggunakan telepon saat menyetir

Sering kita lihat, pengemudi yang menggunakan selefon seluler sambil mengemudi, baik untuk telefon, sms maupun medsos. Pengemudi yang sedang menerima telefon secara otomatis hanya dapat menggunakan salah satu tangannya, sehingga keseimbangan serta reflek dari tubuh akan berkurang. Walaupun hal ini sering diakali oleh pengemudi dengan menggunakan handsfree maupun loudspeaker, akan tetapi tetap saja fokus pengumudi akan terbelah. Oleh karena itu, sebaiknya telefon seluler hanya digunakan saat kondisi kendaraan diam.

 

2. Menjaga bawaan,

Hasil gambar untuk menyetir bawaan banyak Hasil gambar untuk menyetir muatan banyak Hasil gambar untuk driving with car seat

Di jalan raya, seringkali kita temui pengemudi yang dengan alasan efisiensi dan/atau keterpaksaan, membawa muatan tanpa memperhitungkan tingkat safety. Misalnya membawa barang secara overload serta memboncengkan anak tanpa perlengkapan yang baik. Karena khawatir bawaannya jatuh atau hal negatif lainnya, para pengemudi terpaksa membagi konsentrasinya antara mengemudi dan menjaga bawaan. Akan lebih aman, jika kita membawa barang sesuai dengan kapasitas kendaraan dengan pengaman yang cukup.

 

3. Berfoto selfie,

Hasil gambar untuk menyetir sambil selfie   Hasil gambar untuk mengendarai sambil makan

Sambil berkendaraan, apalagi jika bersama teman dan melewati pemandangan yang indah, terasa pas jika bisa mengabadikan momen tersebut. Akan tetapi mengambil foto sambil mengemudi sangatlah berbahaya, karena sangat mengganggu konsentrasi saat mengemudi.

 

4. Mengantuk

Hasil gambar untuk mengemudi mengantuk Hasil gambar untuk motor mengantuk

Ternyata, sebagian besar kecelakaan mobil yang terjadi di malam hari disebabkan oleh human error yang diawali dari mengantuk. Jadi, sebaiknya jangan menyetir saat mata dan tubuh kita terlalu lelah ya. Saat Anda berada terlalu lama di belakang kemudi dan mengalami kesulitan untuk tetap terjaga, cobalah untuk menepi dan lakukan sedikit peregangan pada kaki dan tangan. Sebenarnya, tidur yang cukup di malam sebelum berpergian merupakan solusi terbaik.

 

5. Berada dalam pengaruh obat-obatan

Hasil gambar untuk mabuk kecelakaan Hasil gambar untuk mabuk Hasil gambar untuk mabuk kecelakaan

Menyetir di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan yang menyebabkan rasa kantuk membuat pengendara kekurangan kemampuan untuk fokus saat menyetir. Jika Anda tidak bisa berkonsentrasi dengan baik, berada di belakang kemudi dapat menyebabkan kecelakaan mobil yang serius. Seharusnya hal ini dihindari, akan tetapi jika anda terpaksa harus bepergian, lebih baik mintalah orang lain untuk menggantikan Anda menyetir.

 

6. Makan, minum dan merokok.

Hasil gambar untuk mengendarai merokok Hasil gambar untuk makan sambil nyetir

Terasa sangat praktis jika dalam kondisi terburu-buru, anda mengemudi sambil melakukan sarapan, akan tetapi kegiatan ini dapat mengganggu konsentrasi anda. Membuka bungkus makanan, mengambil dan memasukan dalam mulut akan menyita sebagian konsentrasi kita. Belum lagi jika kita mengkonsumsi makanan yang berminyak, tangan yang berminyak tidak bisa mencengkeram kemudi dengan baik akibat licin. Hal ini juga berlaku pada kegiatan merokok, alih-alih meningkatkan konsentrasi, apabila tidak dilakukan dengan baik, merokok dapat mengganggu konsentrasi mengemudi kita.

 

Demikian enemers, semoga bermanfaat.

 

Referensi:

1. http://www.bps.go.id/index.php/linkTabelStatis/1415 (diakses tanggal 10 November 2015)

2. http://m.autobild.co.id/read/2010/09/30/1719/17/6/6-Penyebab-Kecelakaan-Terbesar (diakses tanggal 10 November 2015)

 

 

 

No comments:

Post a Comment