Enemers, kadangkala kita menggunakan kalimat dengan kata yang (setahu kita) bermakna negatif. Padahal pada awalnya, kata tersebut tidak berarti demikian, bahkan merujuk pada suatu suku/negara yang pernah ada. Nah, pada kali ini enemkabeh kabeh akan membahas enam buah kata yang mengalami peyorasi1).
1. Slave berasal dari kata “Slav”
![]() | ![]() |
Slave merupakan bahasa inggris yang padanannya dalam bahasa Indonesia adalah Budak atau Hamba Sahaya. Arti dari slave adalah seseorang yang merupakan properti dari orang lain, dimana hidup dan kerjanya merupakan subjek dari kemauan orang lain. Kata slave berasal dari kata inggris abad pertengahan, yang diturunkan dari bahasa Perancis lama “sclave”, yang berasal dari bahasa latin “sclavus (slav)”. Hal ini dikarenakan, pada abad pertengahan bangsa Slav sering diburu dan dipaksa menjadi budak 2).
Pada abad modern ini, bangsa Slav masih ada, bahkan salah satunya menjadi negara super power, yaitu Russia. Negara lain dengan populasi suku slav besar diantaranya: Polandia, Ukraina, Serbia, Ceko, Bulgaria, Belorussia, Kroasia, Slovakia, Bosnia, Slovenia, Macedonia dan Montenegro. Sedangkan Yugoslavia (Jug-slaveni = slav-selatan) merupakan negara slav yang sudah pecah menjadi beberapa negara lain.
2. Gothic
![]() | ![]() |
Gothic berarti bersifat barbar, kasar, tidak berperasaan, identik dengan abad kegelapan, segala sesuatu yang terkait abad pertengahan (sebagai kebalikan dari abad klasik). Kata ini diadapsi bahasa inggris dari bahasa latin “Gothicus”3). Berbagai penggunaan kata mulai bervariasi di abad 17, diantaranya referensi untuk periode abad pertengahan di eropa barat, termasuk untuk menunjukan arsitektur pada abad itu.
Goth sendiri adalah suku jerman bagian timur yang berperang dengan Kekaisaran Romawi pada abad ke-3 dan ke-4 Masehi dan kemudian memeluk Arianisme. Pada abad ke-5 dan ke-6 mereka terpecah menjadi Visigoth (Goth-barat) dan Ostrogoth (Goth-timur) dan menguasai daerah yang sekarang menjadi Italia, Spanyol, dan Portugal. Pada tahun 410 M, Visigoth dibawah kepemimpinan Alaric I menghancurkan kota Roma. Sebagai bangsa mereka akhirnya berasimilasi dengan suku lain, dan kebudayaan Goth menghilang di abad pertengahan.
3. Barbarian
![]() |
Barbarian pada saat ini berarti4):
Kata “Barbarian” merupakan adaptasi bahasa inggris dari latin pertengahan “Barbarinus” (suku Berber, Pagan dan Saracen), dari bahasa latin “barbaria” (orang asing), dari bahasa yunani kuno “Barbaros” (orang asing, selain orang Yunani”").
Jadi pada awalnya, kata Barbarian diberikan sebagai sebutan untuk orang asing (bukan kata negatif), akan tetapi mengalami penyempitan untuk penyebutan suku Berber dan Saracen (Arab), termasuk Barbary Corsair di Afrika Utara, dan pada akhirnya mengalami peyorasi sebagaimana arti di atas.
4. Vandal
![]() |
Valdal berarti orang yang merusak dan menghancurkan properti milik orang lain. Sedangkan valdalisme berarti isme untuk merusak atau menghancurkan properti milik orang lain tanpa tujuan yang jelas, selain hanya ingin merusak saja 5).
Kata vandal berasal dari bahasa latin “Vandalus” yang merujuk pada salah satu suku Jerman, dan berasal dari bahasa proto-jerman “Wandilaz”. Suku ini merupakan salah satu anggota suku Jerman-Timur kuno yang terkenal karena menghancurkan kota Roma dibawah kepemimpinan Genseric tahun 455 M. Pada awalnya, vandal pertama muncul di Polandia selatan, akan tetapi kemudian bermigrasi ke daerah lain dan mendirikan kerajaan di Spanyol dan Afrika Utara pada abad ke-5. Kerajaan Vandal akhirnya hancur akibat serangan Byzantium (Romawi Timur).
Penulis zaman Renaisans dan modern-awal mengkarakterisasi Vandal sebagai barbarian yang menghancurkan dan menjarah kota Roma. Akan tetapi, para sejarawan Modern berusaha menghargai peran Vandal pada periode transisi dari akhir zaman kuno ke awal abad pertengahan sebagai suku yang turut menghidupkan kebudayaan Romawi, bukan penghancur.
5. Indian
Sebenarnya, penamaan Indian pada suku penghuni awal benua amerika bukanlah bentuk Peyorasi, akan tetapi lebih ke kesalahan identifikasi. Kolombus membawa surat izin dari Raja Spanyol untuk berlayar ke India. Pada saat dia mendarat di Antilles, Kolombus mengira sudah mencapai laut Hindia sehingga menamakan orang yang tinggal disana sebagai “Indian”. Walaupun kesalahan ini segera diketahui, akan tetapi penggunaan nama ini tetap dipertahankan sampai berabad-abad kemudian 6).
Pada akhir-akhir ini, penolakan akan penggunaan kata “Indian” dan “Indian Amerika” bermunculan, mengingat awal penamaan karena suatu kesalahan sejarah, sehingga tidak secara akurat menunjukan orang yang dimaksud. Sedangkan sebagian lain, menolak karena penamaan “Indian” memiliki konotasi negatif bagi mereka. Sementara itu, “Indian Amerika” kadangkala dipahami merujuk pada orang-orang yang tinggal di wilayah utama Amerika Serikat, sehingga belum mencakup suku Haida, Tlingit, Athabascan, Inuit, Yupik, Inupiat, Aleut, Marshallese dan Samoa.
6. Keling
Di Indonesia istilah atau perkataan orang Keling yaitu sebutan untuk orang yang berkulit hitam biasanya ditujukan kepada orang Tamil atau orang Afrika, sehingga seringkali dianggap sebuah kata makian dan seyogyanya dipergunakan dengan hati-hati, karena kata ini bernada ofensif terhadap masyarakat keturunan India di Indonesia dan Malaysia.
Keling (dari bahasa Sanskerta: Kalingga) adalah sebuah daerah di India Selatan. Kata ini bisa pula merujuk kepada suku bangsa Dravida atau Tamil yang berasal dari sana 7).
Demikian enemers, semoga bermanfaat.
Referensi:
1. https://en.wikipedia.org/wiki/Pejorative (diakses 17 November 2015)
2. https://en.wiktionary.org/wiki/slave (diakses 17 November 2015)
3. https://en.wiktionary.org/wiki/Gothic (diakses 17 November 2015)
4. https://en.wiktionary.org/wiki/barbarian (diakses 17 November 2015)
5. https://en.wiktionary.org/wiki/vandal (diakses 17 November 2015)
6. https://en.wikipedia.org/wiki/Native_American_name_controversy (diakses 17 November 2015)
7. https://id.wikipedia.org/wiki/Keling (diakses 17 November 2015)
No comments:
Post a Comment